Cinta Farel
KALBIMI KIRDIN
Mereka ada di bawah sebuah jembatan , dengan sekian
banyak kenangan yang harus berakhir dan layak untuk
ditengelamkan di laut.
"Aku marah denganmu! Kalbimi kirdin (kamu telah
menghancurkan hatiku)!
"Kamu jangan marah dulu
dengar penjelasanku".
Matanya berkaca-kaca, lalu
menitikkan beberapa bulir air mata yang
segera dihapusannya.
Catatnya malam tentang cinta yang mulai
tenggelam di jembatan Galata atau Galata koprusu
salah satu jembatan yang mrlintasi teluk Golden Horn
(Halic).
Mereka ada dibawah jembatan penghubung
bagian kota lama dan baru dari Kota Istanbul dibagian
Eropa , yaitu distrik Eminonu dan Sirkeci , yang berpusat di
Sultan Ahmet , Istanbul dengan distrik Karakoy (Galata) dan
Beyoglu , Istanbul modern.
Jembatan yang menaungi mereka itu memiliki panjang
490 meter dan lebih 42 meter, memiliki lajur kendaraan
berrmotor , satu jalur kereta trem di bagian tengah, dan
dua jalur khusus untuk perjalanan kaki, dan di lantai bawah
terhadap berbagai macam restaurant dan cafe-cafe kecil yang
menjajakan aneka ragam makanan khas Turki.
Malam penentuan yang menyakitkan .
Mereka sepasang kekasih sedang makan malam di
Aruna cafe , tempat yang romantis di bawah jembatan
Galata. Namun akhirnya itu menjadi sebuah tempat yang
miris karena hati teriris , perih sekali.
Canan nampak serius duduk di depan salim yang
pandannya tak mau lepas dari gadis cantik , bermata
penuh bintang dan pelangi dimatannya selama dua bulan
menjadi kekasihnya.
"Aku tidak bisa mentolerir lagi Salim"
"Cinta butuh perjuangan ".
"Pengorbanan perasaan sudah sangat besar Salim"
" Sabar dulu Canan , aku minta dari dulu ".
"Sudah dua bulan Salim!'
"Dari awal kan aku sudah bilang".
"Ne?(apa)"
"Kalau aku belum benar-benar putus dengan Bella".
"Bukankah kamu janji mau segera selesaikan masalahmu
dengannya? Aku sudah tidak tahan dengan teror-terornya!"
"Dari awal kan kamu juga sudah tau bahwa itu akan
terjadi."
"Maksud kamuu?"
"Artinya kamu ya harus siap dengan ini"
"Apa yang harus membuatmu tidak bisa putus begitu saja
dengannya?"
Salim menghela napas panjang .
"Banyak kenangan kami yang masih sulit aku buang".
"Artinya memang kamu tidak akan pernah bisa
memutuskan hubungan itu?"
"Beri aku kesempatan buat memilih ".
"Memilih ?jadi selama ini sen?
Salim memegang tangan Canan.
"Dengan dulu Canan. Dulu saat kita jalan bukanlah
kamu juga tahu....."
"Ne!."
"Bahwa aku masih dengannya. Hanya mungkin saja
kami mau putus . dan kamupun mengiyakan hubungan kita
jalan..."
"Tapi dengan harapan kamu segera bisa selesaikan
masalahmu dengan dia..."
"Selesaikan jika belum tentu bisa putus Canan .
Canan marah , segera berdiri.
"Ah kamu memang egois!?
"Canan....."
"Rakus! Mau jalan dengan 2 perempuan yang kamu
pikir mau menerima kamu ?"
Canan bergegas pergi..
"Canan! Jangan pergi , tunggu!"
Salim mengejar Canan yang sangat gemas kesal,marah.
Salim menghampirinya, memegang tangannya , namun
dikibaskan,Canan menatap tajam Salin.
Nampak beberapa kapal lalu lalang di bawah mereka.
Gemerlap lampu jembatan menjadi sebuah pemandangan
yang indah,namun tidak malam itu.
Pertengkaran mereka pertanda perpisahan cinta yang
selama ini terjalin dengan indah.
Meski pada awalnya tahu hubungan mereka akan karma
karena masih ada cinta yang lain, namun karena alasan atas
nama
Comments
Post a Comment